EKOPOL

Murka Mural
EKOPOL
Melkisedek Deni

Waspada Murka Mural!

Mural sebagai seni kritik sosio-politik akan kehilangan daya gigitnya apabila dibungkam secara represif dengan kebijakan-kebijakan diskriminatif. Moga-moga mural politik tidak murka. Sebab, kalau ia murka, ia juga tidak mengenal batas-batas ruang publik. Waspada murka mural!

Baca Selengkapnya »

FILSOSTE

Manusia Soliter dan Religius
FILSOSTE
Edy Soge

Manusia yang Soliter dan yang Religius

Gambaran manusia sebagai makhluk yang soliter dan yang religius saya jadikan sebagai ide dasar untuk memahami subjektivitas dan posisi eksistensial manusia abad 21 yang dilanda pandemi covid-19. Ide dasar ini berangkat dari pembacaan saya atas puisi “Aku” dan “Doa” karya Chairil Anwar.

Baca Selengkapnya »
Pluralisme Agama
FILSOSTE
Sirilus Yekrianus

Kristus yang Dialogis sebagai Inspirasi Praktik Dialog Antaragama dalam Konteks Pluralisme Agama di Indonesia

Penulis melihat bahwa pluralisme agama pada satu sisi menjadi keunikan dan kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi, pada sisi lain, ia juga membawa “malapetaka” dan pada tataran tertentu maut bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, Penulis berusaha mengajukan sarana yang memungkinkan terjadinya perdamaian dalam hidup beragama.

Baca Selengkapnya »
Kwok Pui Lan
FILSOSTE
Antonius Mbukut

“Agama”, Pluralisme, dan Kemiskinan dalam Teologi Post-Kolonial Inter-kontekstual Kwok Pui Lan

Pui Lan menyadari bahwa kekeristenan hadir di Negaranya karena dibawa serta oleh kaum penjajah dari Barat sehingga di dalamnya juga termuat arogansi dan kolonialisasi Barat. Dalam tulisan ini, penulis akan secara khusus membahas pemikiran Kwok Pui Lan mengenai “agama” dan pluralisme dengan pendekatan teologi post-kolonial feminis Asia.

Baca Selengkapnya »
Manusia
FILSOSTE
Hubertus Herianto

Manusia: Relasinya dengan Tuhan dan Fenomena Radikalisme dan Terorisme

Hemat Penulis, pelbagai peristiwa yang mengejutkan sekaligus mencederai martabat manusia sebagai makhluk sosial-relasional ini terjadi karena adanya pemahaman keliru mengenai relasi intim atau iman yang dibangun dengan Tuhan. Kekeliruan itu terletak pada pandangan bahwa mencintai-berelasi-mengarahkan diri pada Tuhan adalah jalan tunggal penghayatan iman. Padahal, iman akan Allah mestinya mewujud dalam kasih kepada sesama.

Baca Selengkapnya »
Ruang Sosial
Filsafat
Melkisedek Deni

“Bullshit Needs” dan Kegelisahan Ruang Sosial Kita

Selain menguasai dan mengendalikan ruang sosial, para pemodal juga menciptakan dan mengkonstruksi masyarakat agar sesuai dengan laju perkembangan dan produktivitas ekonomi. Masyarakat yang berada di dalam ruang yang diciptakan pemodal itu kemudian dikendalikan dan dibuat sedemikian mungkin agar dapat meningkatkan nilai surplus.

Baca Selengkapnya »

GAGASAN

Kapasitas Kewargaan
GAGASAN
Arsi Kurniawan

Demokrasi dan Penguatan Kapasitas Kewargaan

Kita perlu memasifkan solidaritas antarwarga menjadi satu alat perlawanan yang mampu melawan dominasi elite korup dan mendorong pelibatan warga dalam arena pembangunan. Di sini, hemat Penulis, kita juga perlu membangun jaringan yang lebih kuat, membentuk pola kesadaran warga dan konsep perjuangan bersama. Tanpa penguatan kapasitas kewargaan, yang lahir justru demokrasi yang rentan dibajak oleh kepentingan kelas elite yang korup.

Baca Selengkapnya »
GAGASAN
admin

Biografi Max Hoelz, 1883-1933

Max Hoelz merupakan seorang “manusia aksi” ketimbang pemikir mendalam. Kerelaannya untuk terlibat dalam aksi nyata membela kelas pekerja juga keberaniannya mengkritisi rezim Stalin di Rusia patutlah dikagumi.

Baca Selengkapnya »
Indonesian
250 Words English Essay
Ferdi Jehalut

Caring for Indonesianness: A Brief Reflection on The Independence Day of Indonesia

As an imagined community, as said by Benedict Anderson, the Indonesian people live from the collective imagination of one and the same identity. One nation, one homeland, and one language are certainly not empty slogans without meaning. The motto describes the unity of our identity as a nation that lives from the same history even though it consists of various tribes, races, cultures, and religions. This same history is the basis for the formation of our “Indonesianness”.

Baca Selengkapnya »

BUDAYA

Belis Sistem Barter
BUDAYA
Akri Suhardi

Belis Sistem Barter dan Mengapa Selain Perempuan Laki-Laki Juga Perlu Dibelis

Belis sistem barter hemat Penulis lebih kontekstual karena terdapat keseimbangan dalam membayar belis. Belis tidak lagi menjadi tanggung jawab keluarga laki-laki, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga perempuan. Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapatkan barang yang telah disepakati bersama sesuai kebutuhannya masing-masing. Lebih jauh, kehidupan rumah tangga suami-istri dapat lebih harmonis, tidak lagi terjadi konflik karena belis, gagal menikah karena belis, dan mengeluh karena belis mahal.

Baca Selengkapnya »

Kanal NTT Progresif