EKOPOL

Murka Mural
EKOPOL
Melkisedek Deni

Waspada Murka Mural!

Mural sebagai seni kritik sosio-politik akan kehilangan daya gigitnya apabila dibungkam secara represif dengan kebijakan-kebijakan diskriminatif. Moga-moga mural politik tidak murka. Sebab, kalau ia murka, ia juga tidak mengenal batas-batas ruang publik. Waspada murka mural!

Baca Selengkapnya »

FILSOSTE

Manusia
FILSOSTE
Hubertus Herianto

Manusia: Relasinya dengan Tuhan dan Fenomena Radikalisme dan Terorisme

Hemat Penulis, pelbagai peristiwa yang mengejutkan sekaligus mencederai martabat manusia sebagai makhluk sosial-relasional ini terjadi karena adanya pemahaman keliru mengenai relasi intim atau iman yang dibangun dengan Tuhan. Kekeliruan itu terletak pada pandangan bahwa mencintai-berelasi-mengarahkan diri pada Tuhan adalah jalan tunggal penghayatan iman. Padahal, iman akan Allah mestinya mewujud dalam kasih kepada sesama.

Baca Selengkapnya »
Ruang Sosial
Filsafat
Melkisedek Deni

“Bullshit Needs” dan Kegelisahan Ruang Sosial Kita

Selain menguasai dan mengendalikan ruang sosial, para pemodal juga menciptakan dan mengkonstruksi masyarakat agar sesuai dengan laju perkembangan dan produktivitas ekonomi. Masyarakat yang berada di dalam ruang yang diciptakan pemodal itu kemudian dikendalikan dan dibuat sedemikian mungkin agar dapat meningkatkan nilai surplus.

Baca Selengkapnya »
Reproduksi Ruang
Filsafat
Melkisedek Deni

Reproduksi Ruang dan Kemaslahatan Bersama: Kritik atas Kapitalisme Neoliberal sebagai Sebab Pokok Kejahatan Kemanusiaan

Dalam tulisan ini, tesis dasar Penulis ialah kejahatan kemanusiaan di dalam ruang, bagaimana pun bentuk dan motifnya, senantiasa diciptakan dan didukung oleh kapitalisme neoliberal global. Kapitalisme neoliberal sebagai sistem ekonomi global yang mengangkangi sistem politik demokrasi dapat menciptakan dan mereproduksi ruang menjadi tempat rahasia ruang produksi dan terlegitimasinya praktik kejahatan kemanusiaan.

Baca Selengkapnya »

GAGASAN

GAGASAN
admin

Biografi Max Hoelz, 1883-1933

Max Hoelz merupakan seorang “manusia aksi” ketimbang pemikir mendalam. Kerelaannya untuk terlibat dalam aksi nyata membela kelas pekerja juga keberaniannya mengkritisi rezim Stalin di Rusia patutlah dikagumi.

Baca Selengkapnya »
Korupsi dan Ketimpangan
GAGASAN
Arsi Kurniawan

Merdeka dari Korupsi dan Ketimpangan

Tulisan ini mencoba mengajukan pemikiran alternatif dalam melihat momen kemerdekaan yang tidak saja ditempatkan sebagai upaya refleksi terhadap sejarah perjuangan, tetapi juga sebagai upaya menganalisis

Baca Selengkapnya »
Indonesian
250 Words English Essay
Ferdi Jehalut

Caring for Indonesianness: A Brief Reflection on The Independence Day of Indonesia

As an imagined community, as said by Benedict Anderson, the Indonesian people live from the collective imagination of one and the same identity. One nation, one homeland, and one language are certainly not empty slogans without meaning. The motto describes the unity of our identity as a nation that lives from the same history even though it consists of various tribes, races, cultures, and religions. This same history is the basis for the formation of our “Indonesianness”.

Baca Selengkapnya »
Oligarki
GAGASAN
Yantho Bambang

Dominasi Oligarki dan Ancamannya terhadap Eksistensi Demokrasi Pancasila

Sistem pemerintahan demokrasi yang secara harafiah dimafumi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat yang diimplementasikan di Indonesia kini sedang dikorupsi oleh oligarki. Kini, bukan demos yang berdaulat, melainkan segelintir orang kaya yang haus akan kekuasaan dan uang. Partisipasi Demos dalam gelanggang politik telah direduksi hanya sebagai pemilih (voters) pada saat pesta demokrasi (Pemilu). Hal tersebut dimungkinkan karena demos tidak bisa bertarung dengan politisi yang kuat secara finansial (oligark).

Baca Selengkapnya »

BUDAYA

Belis Sistem Barter
BUDAYA
Akri Suhardi

Belis Sistem Barter dan Mengapa Selain Perempuan Laki-Laki Juga Perlu Dibelis

Belis sistem barter hemat Penulis lebih kontekstual karena terdapat keseimbangan dalam membayar belis. Belis tidak lagi menjadi tanggung jawab keluarga laki-laki, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga perempuan. Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapatkan barang yang telah disepakati bersama sesuai kebutuhannya masing-masing. Lebih jauh, kehidupan rumah tangga suami-istri dapat lebih harmonis, tidak lagi terjadi konflik karena belis, gagal menikah karena belis, dan mengeluh karena belis mahal.

Baca Selengkapnya »
Mori Ndewa. Foto/Kekitaan.com
BUDAYA
Yohanes A. Loni

“Mori Ndewa”: Wujud Tertinggi dalam Suku Rongga, Manggarai, Flores, NTT

Masyarakat Suku Rongga mempunyai keyakinan akan Wujud Tertinggi, yang disebut Mori Ndewa. Mori Ndewa itu selalu berrelasi dengan manusia dan manusia pun sangat bergantung pada-Nya sehingga dalam setiap tahap kehidupannya, manusia berusaha menjaga relasi yang baik dengan-Nya agar selalu terberkati. Kepercayaan akan Wujud Tertinggi itu kemudian diteruskan kepada generasi selanjutnya melalui upacara-upacara adat, lagu-lagu, mitos, petuah, dan cerita rakyat.

Baca Selengkapnya »

Kanal NTT Progresif