Redaksi NTT Progresif

TENTANG KAMI

PT HOGA POKA MEDIAPROGRESIF

SK. Kemenkumham Nomor Ahu-0029313.ah.01.01. Tahun 2020

NTTprogresif.com, yang bernaung di bawah PT Hoga Poka Mediaprogresif, merupakan saluran penciptaan dan medan dialektika gagasan-gagasan progresif dalam bidang ekonomi politik, filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya.

Digagas oleh sekelompok anak muda di Nusa Tenggara Timur pada awal tahun 2020, NTTprogresif.com berniat menjadi platform dialog dan dialektika digital lintas ilmu berbasis fakta-opini jurnalistik, riset ilmiah, dan telaah filosofis.

NTTProgresif.com diproyeksi menjadi media saling belajar bagi masyarakat NTT dan Indonesia pada khususnya serta masyarakat global pada umumnya untuk melakukan jurnalisme investigasi dan advokasi demi suatu tatanan ekonomi politik yang lebih adil.

NTTProgresif.com diterbitkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor Ahu-0029313.ah.01.01. Tahun 2020 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT) Hoga Poka Mediaprogresif dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (PT) Hoga Poka Mediaprogresif Nomor 03 Tanggal 16 Juni 2020 dengan Notaris Devi Yanti, S.H., M.Kn. yang berkedudukan di Kota Bogor.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Artikel Serupa

Manusia Soliter dan Religius

Manusia yang Soliter dan yang Religius

Gambaran manusia sebagai makhluk yang soliter dan yang religius saya jadikan sebagai ide dasar untuk memahami subjektivitas dan posisi eksistensial manusia abad 21 yang dilanda pandemi covid-19. Ide dasar ini berangkat dari pembacaan saya atas puisi “Aku” dan “Doa” karya Chairil Anwar.

Baca Selengkapnya »
Kapasitas Kewargaan

Demokrasi dan Penguatan Kapasitas Kewargaan

Kita perlu memasifkan solidaritas antarwarga menjadi satu alat perlawanan yang mampu melawan dominasi elite korup dan mendorong pelibatan warga dalam arena pembangunan. Di sini, hemat Penulis, kita juga perlu membangun jaringan yang lebih kuat, membentuk pola kesadaran warga dan konsep perjuangan bersama. Tanpa penguatan kapasitas kewargaan, yang lahir justru demokrasi yang rentan dibajak oleh kepentingan kelas elite yang korup.

Baca Selengkapnya »