Aneka Sebab Menerbitkan NTT Progresif

Media NTT Progresif di bawah panji semangat dialektis dan adil kreasi para pemuda di NTT

Oleh Silvano Keo Bhaghi


Di negeri ini, terdapat begitu banyak orang yang berkehendak baik. Akan tetapi, kebaikan yang tidak terorganisasi tidak akan pernah menang melawan kejahatan yang terorganisasi. Dan, ceritanya kemudian menjadi seperti ini...

Sepanjang tahun 1907 – 1914, Tirto Adhi Soerjo (T.A.S.) membangun dan menggawangi koran Medan Prijaji dengan motto “Orgaan boeat bangsa jang terperentah di H.O. Tempat akan memboeka swaranya Anak-Hindia”. Figur T.A.S ini kemudian difiksikan oleh Pramoedya Ananta Toer melalui tokoh Minke dalam Tetralogi “Bumi Manusia”.

Dengan menjadi corong dari rakyat, Medan Prijaji menempatkan diri “head to head” melawan atau beroposisi dengan kekuasaan kolonial Pemerintah Hindia Belanda dan kekuasaan feodal para raja Pribumi sembari pada saat yang sama menyuarakan jeritan rakyat Pribumi yang tertindas. Tak hanya kolonialisme, Medan Prijaji juga kritis terhadap kapitalisme sebagai alasan pokok Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda dan kemudian pemerintah Kerajaan Belanda menginvansi dan mengkolonisasi Hindia Belanda.

Foto/mochryanh.wordpress.com

Studi Benedict Anderson menunjukkan, kapitalisme cetak juga berperan menyemaikan benih-benih nasionalisme Indonesia untuk melawan kolonialisme Belanda. Koran cetak berperan membentuk semacam “komunitas yang terbayangkan” di dalam kepala setiap warga Negara mulai dari Sabang sampai Merauke. Atas dasar impian akan “komunitas yang terbayangkan” itu, gerakan rakyat termotivasi melakukan gerilia di setiap pelosok daerah untuk melakukan perlawanan atas penjajah.

Namun, otoritarianisme Orde Lama terutama selama masa Demokrasi Terpimpin dan otoritarianisme Orde Baru selama 32 tahun kekuasaannya telah mereduksi Pers hanya sebatas corong atau perpanjangan mulut kekuasaan. Pers tidak menjadi “penjamboeng lidah rakjat”, tetapi sebaliknya menjadi “penjamboeng lidah kekoesaan”.

Akibatnya, alih-alih tampil membawa harapan pembebasan dari berbagai belenggu ekonomi politik yang eksploitatif dan koruptif, Pers justru melegitimasi berbagai praktik eksploitasi dan korupsi elite ekonomi politik di Negara Neoliberal Indonesia.

Pada masa Reformasi, berbagai macam jenis media tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Namun, studi Ross Tapsell menunjukkan, bersamaan dengan menyingsingnya fajar Revolusi Industri 4.0, termasuk Revolusi Digital, digitalisasi media membawa dua implikasi.

Di satu sisi, para oligark dan konglomerat media semakin kuat secara ekonomi politik melalui penguasaan terhadap berbagai sumber daya platform media digital. Di sisi lain, rakyat biasa, terutama kelas menengah yang memiliki akses terhadap sosial media, dapat menggunakan media digital untuk melakukan konfrontasi atau perlawanan terhadap oligarki dan para penguasa ekonomi politik lainnya.

Sejarah terus berulang. Di tengah wabah virus media yang lebih suka menjadi corong kekuasaan minus jurnalisme investigasi dan advokasi, dibutuhkan suatu media yang bisa menjadi semacam “penjamboeng lidah rakjat.” Dengan segala sumber daya yang terbatas, NTT Progresif bermimpi menjadi media “penjamboeng lidah rakjat” semacam itu.

Mengisi kekosongan liputan media yang minus dialog lintas ilmu seperti filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya, NTT Progresif diproyeksi menjadi media saling belajar bagi masyarakat NTT dan Indonesia pada khususnya dan masyarakat global pada umumnya untuk mewujudkan suatu tatanan ekonomi politik yang lebih adil; Suatu tatanan ekonomi politik baru di mana tak ada lagi exploitation de l’homme par l’homme.    

NTT Progresif, yang bernaung di bawah PT Hoga Poka Mediaprogresif, merupakan saluran penciptaan dan medan dialektika gagasan-gagasan progresif dalam bidang ekonomi politik, filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya.

Digagas oleh sekelompok anak muda di Nusa Tenggara Timur pada awal tahun 2020, NTT Progresif berniat menjadi platform dialog dan dialektika digital lintas ilmu berbasis fakta-opini jurnalistik, riset ilmiah, dan telaah filosofis.

Semua berawal dari pikiran yang sederhana: mengorganisasikan pemikiran-pemikiran progresif dalam berbagai bidang di dalam sebuah wadah yang sama demi tercapainya suatu tatanan ekonomi politik dunia baru yang lebih adil.

Dirumuskan secara singkat, NTT Progresif diterbitkan untuk pertama, menjadi saluran penciptaan dan medan dialektika gagasan-gagasan progresif dalam bidang ekonomi politik, filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya, kedua, menjadi media saling belajar bagi masyarakat NTT dan Indonesia pada khususnya serta masyarakat global pada umumnya untuk melakukan jurnalisme investigasi dan advokasi terkait berbagai problem ekonomi politik berbasis dialog dan dialektika lintas ilmu berdasarkan fakta-opini jurnalistik, riset ilmiah, dan telaah filosofis demi tercapainya suatu tatanan ekonomi politik masyarakat yang bebas dari penindasan manusia oleh manusia.

Nama media ini terdiri atas dua suku kata, yaitu NTT dan progresif. Sebagai salah satu provinsi berbentuk kepulauan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), NTT merupakan konteks lokal bagi media ini untuk memproyeksikan berbagai isu-isu global dalam bidang ekonomi politik, filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya.

Lokalitas dan historitas NTT sebagai bagian dari masyarakat global “bumi manusia” merupakan titik start untuk menawarkan pemikiran dan gerakan progresif alternatif dalam bidang ekonomi politik, filsafat, ilmu sosial, teologi, dan budaya.

Progresif berarti selalu bergerak ke depan melampaui yang lama untuk suatu tatanan ekonomi politik yang lebih adil; Alternatif berarti selalu terbuka pada pemikiran baru tentang suatu tatanan ekonomi politik yang lebih baik.

Pemikiran dan gerakan progresif alternatif itu selalu terarah pada destinasi suatu masyarakat global yang bebas dari praktik penindasan manusia oleh manusia. Berhadapan dengan tesis kapitalisme-demokrasi sebagai “the end of history”, progresif berarti melawannya sembari menawarkan suatu cara pandang baru dan maju tentangnya.

Dengan motto “dialektis & adil”, NTT Progresif menggunakan dialektika sebagai metode dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia sebagai tujuan perjuangan.

Dengan dialektika, NTT Progresif menyediakan ruang pertarungan semua gagasan tentang sebuah tatanan ekonomi politik yang lebih adil dalam semangat tesis _ anti-tesis _ sintesis.

Dengan keadilan, NTTProgresif.com memiliki opsi keberpihakan pada kelas pekerja sebagai kelas sosial yang paling ekstensif dan intensif dieksploitasi dalam relasi sosial produksi era kapitalisme-demokrasi hari-hari ini.

Dengan motto “dialektis & adil”, NTT Progresif sama sekali tidak netral: berdialektika melawan kekuasaan ekonomi politik status quo yang eksploitatif dan berpihak pada kelas pekerja yang diperlakukan tidak adil.  

Adapun komposisi warna nama Web NTT Progresif adalah huruf hitam dan merah serta latar hijau muda; Hitam lambangkan problem ekonomi politik dan problem kebuntuan akal sehat/cara berpikir di tengah praktik dan narasi-narasi ekonomi politik yang sering memperbodoh publik.yang mesti dipecahkan, Merah lambangkan progresivitas ide dan gerakan, dan Hijau lambangkan harapan.

NTT Progresif terdiri atas empat (4) rubrik, yaitu Rubrik EKONOMI POLITIK, FILSOSTE, GAGASAN, dan BUDAYA.

Rubrik EKONOMI POLITIK (EKOPOL), yang terdiri atas sub-rubrik Ekonomi Politik Agraria, Ekonomi Politik Hukum, Ekonomi Politik Pendidikan, Ekonomi Politik Pariwisata, Ekonomi Politik Birokrasi & Pemerintahan, Ekonomi Politik Kesehatan & Lingkungan, dan Ekonomi Politik Bisnis & Investasi, merupakan wadah untuk mendiskusikan isu-isu dalam berbagai bidang tersebut berdasarkan perspektif ekonomi politik.

Berbeda dengan pandangan umum Neoklasik yang cenderung memisahkan ekonomi dari politik dan sebaliknya politik dari ekonomi, kami membahas berbagai isu di atas dari perspektif ekonomi politik sebagai satu kesatuan pikiran dan gerakan yang tidak terpisahkan.   

Rubrik FILSOSTE, yang merupakan akronim dari Filsafat, Ilmu-ilmu Sosial, dan Teologi, merupakan wadah untuk melakukan dialektika gagasan-gagasan progresif dalam bidang filsafat, ilmu-ilmu sosial, dan teologi.

Kami berpandangan, perlu dilakukan dialog dan dialektika terus menerus antara filsafat dan teologi dengan ilmu-ilmu sosial di satu sisi dan antara nalar dan iman di sisi lain. Dengan demikian, terpelihara semangat saling belajar antara berbagai disiplin ilmu tersebut untuk semakin mampu mendekati kebenaran sebagai muara akhir semua ilmu.

Rubrik GAGASAN, yang terdiri atas sub-rubrik Opini Redaksi, Opini Pembaca, dan Resensi & Terjemahan, merupakan wadah untuk memproposalkan gagasan Redaksi, Pembaca, dan Penulis buku/artikel terhadap suatu isu tertentu sebagai pancingan untuk melakukan dialektika ide.

Akhirnya, Rubrik BUDAYA, yang terdiri atas Sastra & Kritik, Komunitas & Kreativitas, dan Fotografi & Audiovisual, merupakan wadah untuk mendiskusikan dan menyebarluaskan berbagai karya sastra dan kritik atasnya, kerja-kerja kreatif komunitas lokal, dan kreativitas para pemuda dalam berbagai bidang seperti fotografi dan audiovisual.

Dengan struktur dan komposisi media seperti itu, NTT Progresif berusaha menghimpun dan menyalurkan gagasan-gagasan progresif dari semua orang yang berkehendak baik melalui dan dalam sebuah wadah perjuangan yang sama. Dengan berhimpun dan terorganisasinya pemikiran-pemikiran progresif, diharapkan perjuangan menciptakan tata ekonomi politik dunia baru yang bebas dari penindasan oleh manusia atas manusia dapat segera menjadi kenyataan.

Mari bergabung bersama NTT Progresif dengan mengirim pikiran-pikiran progresif ke email redaksi@nttprogresif.com atau nttprogresif@gmail.com.


Baca juga tulisan lain di Rubrik GAGASAN atau tulisan menarik lainnya dari Silvano Keo Bhaghi.


140 views

3 tanggapan untuk “Aneka Sebab Menerbitkan NTT Progresif

  • Avatar
    2 Juni 2020 pada 6:29 am
    Permalink

    Proficiat NTT Proresif.Siap mengirim tulisan.

    Balas
  • Avatar
    2 Juni 2020 pada 9:08 am
    Permalink

    Luar biasa eja. Paling tidak bukan jadi media layaknya masyarakat Facebooker yang hanya lihat dan pindahkan informasi. Mesti tunjukkan dengan pola yg lain, seperti adanya investigasi – atas persoalan yang kadangkala didiamkan tanpa alasan, advokasi – karena banyak masyarakat yg belum mampu menyuarakan keadaan hidup mereka, edukasi – karena banyak warga yg masih terbelakang… , dll…

    Hal lain lagi yg mungkin baik untuk dipertimbangkan, yakni keberanian untuk membongkar dan menunjukkan bukti atas apa yang tidak benar dan merugikan banyak orang.
    Selain itu, tunjukkan juga bedanya bahwa media ini bukan hanya mengangkat berita dari sejumlah tempat yg mudah dijangkau, sebab wilayah NTT ini masih banyak tempat yg sulit dijangkau, baik media maupun kendaraan. Tempat-tempat seperti itu pun telah menjadi momok yg meresahkan karena adanya pembiaran terhadap segala bentuk penyelewengan, seperti korupsi dana desa, korupsi dana Bos, penipuan oleh anggota DPR tertentu, dll.

    NTTprogresif,
    Buktikan bahwa “Kau” beda.

    Balas
  • Avatar
    2 Juni 2020 pada 9:10 am
    Permalink

    Luar biasa eja. Paling tidak bukan jadi media layaknya masyarakat Facebooker yang hanya lihat dan pindahkan informasi. Mesti tunjukkan dengan pola yg lain, seperti adanya investigasi – atas persoalan yang kadangkala didiamkan tanpa alasan, advokasi – karena banyak masyarakat yg belum mampu menyuarakan keadaan hidup mereka, edukasi – karena banyak warga yg masih terbelakang… , dll…

    Hal lain lagi yg mungkin baik untuk dipertimbangkan, yakni keberanian untuk membongkar dan menunjukkan bukti atas apa yang tidak benar dan merugikan banyak orang.
    Selain itu, tunjukkan juga bedanya bahwa media ini bukan hanya mengangkat berita dari sejumlah tempat yg mudah dijangkau, sebab wilayah NTT ini masih banyak tempat yg sulit dijangkau, baik media massa maupun kendaraan. Tempat-tempat seperti itu pun telah menjadi momok yg meresahkan karena adanya pembiaran terhadap segala bentuk penyelewengan, seperti korupsi dana desa, korupsi dana Bos, penipuan oleh anggota DPR tertentu, dll.

    NTTprogresif,
    Buktikan bahwa “Kau” beda.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *