Festival Kampung Wuring Siselo Susurang

Menggali Potensi Sosio-Kultur Masyarakat Kampung Wuring dalam Festival Siselo Susurang

Festival Kampung Wuring Siselo Susurang bertujuan untuk mengakomodasi isu-isu sosial, ekspresi politis, dan kegelisahan masyarakat Kampung Wuring, melalui medium kesenian. Isu-isu, problem, dan suara Kampung Wuring dipresentasikan lewat moda seni pertunjukan dan pameran seni rupa.

Siselo Susurang

Dari Pesisir Utara Kota Maumere, Komunitas KAHE mengajak kawan sekalian untuk terlibat bertukar kabar dan berbagi cerita tentang kebudayaan, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat Kampung Wuring dalam Siselo Susurang, sebuah festival hasil kerja sama antara Komunitas KAHE Maumere dengan Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan didukung oleh Voice Indonesia.

Siselo Susurang dilaksanakan secara daring dan luring di Kampung Wuring, sebuah pemukiman warga Bajo dan Bugis terbesar di Kabupaten Sikka pada tanggal 14 hingga 27 Februari 2021.

Siselo Susurang menampilkan karya-karya film dokumenter, foto, buku resep, komik digital, dan dokumentasi proses yang dikerjakan bersama dengan warga kampung Wuring pada tahap penciptaan/produksi.

Karya-karya tersebut didasarkan pada isu, potensi, dan modal sosial yang ada di kalangan warga kampung dan Komunitas KAHE sebagai fasilitator sekaligus co-creator.

Presentasi karya dan proses penciptaan dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain (1) pameran dalam bentuk majalah dinding yang disebar di beberapa titik di tiga wilayah kampung Wuring, (2) perayaan syukuran, pertunjukan, dan diskusi yang dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat, (3) diseminasi pengetahuan dalam bentuk pameran/pertunjukan melalui kanal-kanal virtual.

Siselo Susurang bukanlah aktivitas awal di Kampung Wuring. Sejak Januari 2020 hingga Februari 2021, Komunitas KAHE telah melakukan beragam aktivitas bersama masyarakat Kampung Wuring, melibatkan warga Kampung Wuring Leko, para ibu, serta kaum muda.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain live in, beberapa forum musyawarah, lokakarya, dokumentasi arsip dan potensi kesenian serta kebudayaan setempat.

Festival Kampung Wuring Siselo Susurang bertujuan untuk mengakomodasi isu-isu sosial, ekspresi politis, dan kegelisahan masyarakat Kampung Wuring, melalui medium kesenian. Isu-isu, problem, dan suara kampung Wuring dipresentasikan melalui seni pertunjukan dan pameran-pameran seni rupa.

Diharapkan pula, Siselo Susurang dapat memberi pengaruh pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat luas mengenai eksistensi dan kekayaan Kampung Wuring yang sering disepelekan atau bahkan tidak dianggap.

Baca Juga Agensi “Huhu” dalam Jebakan Kegelisahan Manusia (Catatan Menonton Gelaran Urfear: Huhu and The Multitude of Peer Gynts)

Lebih luas lagi, Siselo Susurang hendak merangsang pengambilan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah daerah perihal pembangunan sumber daya manusia di Kampung Wuring, terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Pada akhirnya, Siselo Susurang merupakan sebuah hasil, apresiasi, perayaan, bentuk syukur, juga usaha kecil untuk merawat peradaban serta melestarikan budaya dan kehidupan bersama warga Kampung Wuring.

Dalam prosesnya, hal yang menjadi perhatian Siselo Susurang adalah tetap mengaktifkan dan membangun partisipasi warga kampung yang terlibat dalam proses penciptaan untuk menyebarkan gagasan dan pesan, kegembiraan dan capaian, aspirasi dan harapan mereka pertama-tama kepada sesama warga Kampung Wuring.

Siselo Susurang dibuka dengan pengajian yang dilakukan secara terbatas. Sementara itu, pameran dalam format wallpaper atau wall magazine dapat diakses di 6 titik selama 16 hari agar meminimalisasi kerumunan warga, sekaligus memberikan kesempatan melihat bagi masyarakat yang kebetulan berkesempatan melewatinya.

Video-video dokumenter akan diputar melalui TV kabel. Rangkaian diskusi akan dilangsungkan melalui platform Zoom, sedangkan pameran dapat diakses secara bebas di platform website laune.id (jadwal terlampir).

Di samping adanya keterbatasan akibat pandemi Covid-19, beragam mode pertunjukan virtual juga sengaja dirancang sebagai sebuah upaya menggalang lebih banyak keterlibatan pihak terhadap isu sosial budaya di kampung Wuring, sekaligus menjadi jembatan untuk mempertemukan kebudayaan di kampung Wuring dengan publik yang lebih luas.

Tentang Komunitas KAHE

Komunitas KAHE berbasis di Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Komunitas KAHE bersifat kolektif, bergerak di bidang kesenian dan kebudayaan. Dalam kerja-kerjanya, Komunitas KAHE melihat kesenian dan kebudayaan sebagai medium produksi pengetahuan yang terkait secara dialektis dengan perkembangan masyarakatnya.

Program-program Komunitas KAHE dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumberdaya dan kapasitas anggota serta pengamatan terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Program-program tersebut diinisiasi oleh individu atau kolektif, diusulkan, kemudian dirancang bersama-sama dalam komunitas.

Kerja-Kerja Utama Komunitas KAHE di antaranya adalah Festival Maumerelogia, M7.8SR – Refleksi Tsunami di Maumere dalam Memori Perubahan dan Ancaman, Performing Differences-Teater Garasi/Garasi Performance Institute, KAHE Exhibition, Klub Baca, Studio Teater KAHE, dan Jamming Sastra, Bermitra dengan Komunitas Huruf Kecil yang bergulat pada isu anak dan lingkungan. S

iselo Susurang akan menjadi festival pertama Komunitas KAHE yang mengkombinasikan beragam bentuk pertunjukan dan diskusi, dan dilangsungkan melalui platform daring dan luring sekaligus.

Jadwal Festival Kampung Wuring – Siselo Susurang

FESTIVAL KAMPUNG WURING

SISELO SUSURANG

PEMBUKAAN PAMERAN

14 Februari 2021

Sembahyang bersama Keluarga Bajo Lolo,

15.00 WITA – selesai

Kampung Wuring Leko

MAJALAH DINDING KAMPUNG

14-27 Februari 2021

Titik Pusat:

STAN TONGKOL – PASAR WURING

Sebaran Titik

Wuring Atas: STAN TUNA Wuring Leko: STAN CUMI-CUMI

Wuring Tengah: STAN BENGKUNIS, STAN KERAPU

Wuring Ujung: STAN KAKA TUA, STAN SELAR, STAN GURITA

Petunjuk arah untuk stan berikutnya tersedia di tiap titik pameran. Taati protokol Covid-19: Pakai Masker – Cuci Tangan, Jaga Jarak!

Baca Juga Sastra dan Sastrawan dalam Dunia yang Tidak Hitam Putih

GALERI VIRTUAL LAUNE.ID PADAULU/SESI I

14 Februari 2021

18.00 WITA

Pameran Foto/MADAKAU: Suar Suara dari Pesisir Bagian I – PIJAKAN/FONDASI

Anak, Rumah, Jalan, Manusia

Komik Digital/TIGA ANAK BAJAU

Kutu Raksasa di Taka Minang

Dokumentasi Resep

SUSURANG ESSE: Kisah dan Resep Tradisional dari Kampung Wuring

Bagian I – Buras, Tita Daya, Papi, Palumara

Video Dokumenter DAMAR PA’USE’

Ula-ula: Panji Suku Bajo di Wuring Leko

TINGNGA/SESIII

19 Februari2021

18.00 WITA

Pameran Foto MADAKAU: Suar Suara dari Pesisir Bagian II – LINTASAN/RUTE:

BURUH, PASAR, NELAYAN, & SAMPAH

Komik Digital/TIGA ANAK BAJAU

KSATRIA DARI KOLAKA

Susurang Esse/Resep

Bagian II – GOGOS, BAJABU, KAPURUNG, GAPE-GAPE

Damar Pause/Video Dokumenter

Susur Islam di Kampung Wuring

DAMBURI/SESI III

23 Februari 2021

18.00 WITA

Pameran Foto/MADAKAU: Suar Suara dari Pesisir Bagian II – LINTASAN/RUTE:

KULINER, AGAMA,WARIA

Komik Digital/TIGA ANAK BAJAU

SOBAT PUTA GURITA PENJAGA LAUT

Dokumentasi Resep/Susurang Esse: Kisah dan Resep Tradisional dari Kampung Wuring Bagian III – KASUAMI, TAPE KETAN, BAKSO IKAN

Damar Pause/Video Dokumenter

Cerita Rasa – Di sekitar Kuliner Kampung Wuring

Baca Juga Pelita Jendela Museum Bikon Blewut Ledalero: Mengenal Jejak Sejarah dan Kebudayaan Flores Purbakala

SITUMMU SUSURANG (BINCANG TEMATIK)

SESI I – Potensi Seni & Budaya Kampung Wuring Rabu, 17 Februari 2021, 15.30-17.30 WITA

Pembicara:

Bahruddin, S.E (Anggota DPRD Kab. Sikka)

Petrus Poling Wairmahing, ST, MT, M.Sc (Kadis Pariwisata Kab. Sikka) Marianus Nuwa (Anggota Komunitas KAHE)

Moderator: Erlin Lasar

Via Zoom

SESI II Kuliner: Silang Budaya dan Visi Masyarakat Inklusi Senin, 22 Februari 2021, 15.30-17.30 WITA

Pembicara

Haji Mona (Pengusaha bakso ikan Wuring)

Dicky Senda (Pengelolah Komunitas Lakos Kujawat) Maria Kartika Solapung (Anggota Komunitas KAHE)

Moderator

Hermina Welin Wulohering

SESI III – Cerita di Balik Layar

Seputar Produksi Pengetahuan Berbasis Masyarakat Kamis, 25 Februari 2021

Pembicara

Nyong Franco (Pengelola Sanggar Benza)

Paman Lamong (Warga Kampung Wuring)

Michael Edward G. Seto (Anggota Komunitas KAHE)

Moderator

Erlyn Lasar

Narahubung

Maria Pankratia (+62 812-4665-2217)

Ticha Solapung (+62 852-5333-5758)

Festival Kampung Wuring-Siselo Susurang bertujuan untuk mengakomodasi isu-isu sosial, ekspresi politis, dan kegelisahan masyarakat Kampung Wuring, melalui medium kesenian. Isu-isu, problem, dan suara Kampung Wuring dipresentasikan lewat moda seni pertunjukan dan pameran-pameran seni rupa.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Artikel Serupa

Demokrasi Korupsi Protes Sosial

Demokrasi Korupsi, Distribusi Risiko, dan Protes Sosial

Demokrasi sebagai sistem politik yang berkepentingan umum tidak boleh mencekik atau membungkamkan protes sosial, sebab protes sosial adalah sarana komunikasi politis. Protes sosial bertujuan membongkar kemapanan korupsi (dan hipokrisi) sebagai konsekuensi logis dari risiko yang sengaja diciptakan dan direproduksi oleh koruptor terhadap rakyat miskin.

Baca Selengkapnya »