OMK Paroki Mamsena

OMK Paroki Mamsena Beri Bantuan bagi Para Lansia

Bantuan yang dibagikan kepada para lansia -sebagai bagian pemaknaan atas Hari Kasih Sayang- dikumpulkan dari sumbangan sukarela setiap anggota OMK Paroki Mamsena.

Tahun ini, Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang dirayakan oleh sebagian orang, terutama anak-anak muda, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi COVID-19 yang tak kunjung berhenti.

Bagi sebagian orang, pandemi tidak menjadi hambatan untuk merayakan Valentine Day dengan cara yang lebih kreatif.

Cara kreatif merayakan Valentine Day itu dilakukan oleh segenap Orang Muda Katolik (OMK) St.Yohanes Don Bosco, Paroki St. Fransiskus Asisi Mamsena, Keuskupan Atambua, TTU.

Pada Minggu, 14 Februari 2021, sejumlah orang muda yang tergabung dalam wadah OMK Paroki ini mengunjungi beberapa wilayah di Paroki itu untuk memberi bantuan bagi para lansia (lanjut usia). Mereka membagikan masker dan beberapa kebutuhan pokok untuk para lansia.

Baca Juga Menggali Potensi Sosio-Kultur Masyarakat Kampung Wuring dalam Festival Siselo Susurang

Marsel Neonnub, salah satu anggota OMK yang terlibat dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa mereka memilih melakukan kegiatan berbagi tersebut karena mau merayakan Valentine Day dengan cara baru, yang sesuai dengan tuntutan krisis di masa pandemi.

“Cara lama seperti pesta, tukar kado, berdua dengan pasangan, kami tinggalkan. Kami mau cara baru,” katanya.

Pater Iden SVD, selaku moderator OMK Paroki Mamsena, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari sebuah refleksi sederhana. Bahwasanya masa pandemi merupakan kesempatan di mana kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kita kepada orang lain mesti ditumbuhkan.

Valentine Day yang dirayakan pada hari ini mempunyai arti kalau kita memberi sesuatu kepada orang-orang yang paling membutuhkan bantuan di masa pandemi ini, termasuk para lansia. Karena itu, memaknai Hari Kasih Sayang, kami membuat suatu aksi nyata dengan memberi dan membagikan sedikit bantuan kepada para lansia di wilayah paroki ini sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kami”, lanjut Imam yang ditahbiskan pada Oktober 2019 lalu ini.

Bantuan yang dibagikan kepada para lansia dikumpulkan dari sumbangan sukarela setiap OMK. Ida Naisoko, salah satu anggota OMK, menerangkan bahwa semua kebutuhan yang dibagikan ini bukan sumbangan dari pihak luar OMK, melainkan sumbangan sukarela setiap OMK.

“Setiap anggota OMK memberi dengan sukarela, tanpa paksaan dan sesuai dengan kemampuan masing-masing,”lanjutnya.

Baca Juga Makna Semiotik “Ike-suti” dan “Suni-auni” dalam Masyarakat Meto di Timor Tengah Selatan

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari umat Paroki Mamsena. Bapak Elias Ones, salah satu anggota DPP Paroki Mamsena memberikan apresiasi kepada OMK yang berani mencari cara baru memaknai Hari Kasih Sayang.

Selain pujian dan apresiasi,  Bapak Elias Ones yang sudah 30-an tahun mengabdi di Paroki Mamsena, menitipkan harapan, supaya anak muda juga harus lebih kreatif dalam kehidupan menggereja.

Pada akhir kegiatan, Pater Iden SVD memberikan peneguhan. Dia berharap, semoga kegiatan pada hari ini memacu daya kreativitas dan mampu mendorong berbagai anak muda di tempat-tempat lain untuk menumbuhkan semangat solidaritas dan rasa kemanusiaan bagi semua orang yang mengalami kesulitan hidup.

“Sebab, kasih sesungguhnya hanya mempunyai arti ketika kita peduli dan solider dengan sesama, khususnya yang menderita,” katanya.

Bantuan yang dibagikan kepada para lansia -sebagai bagian dari pemaknaan atas Hari Kasih Sayang- dikumpulkan dari sumbangan sukarela setiap anggota OMK Paroki Mamsena.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Artikel Serupa

Demokrasi Korupsi Protes Sosial

Demokrasi Korupsi, Distribusi Risiko, dan Protes Sosial

Demokrasi sebagai sistem politik yang berkepentingan umum tidak boleh mencekik atau membungkamkan protes sosial, sebab protes sosial adalah sarana komunikasi politis. Protes sosial bertujuan membongkar kemapanan korupsi (dan hipokrisi) sebagai konsekuensi logis dari risiko yang sengaja diciptakan dan direproduksi oleh koruptor terhadap rakyat miskin.

Baca Selengkapnya »