Batu Gamping

Stop Tambang! Catatan Kritis atas Perizinan Tambang Batu Gamping di Lingkolok, Manggarai Timur, Flores, NTT

Salah satu persoalan yang menerpa Kabupaten Manggarai Timur hingga saat ini adalah pertambangan Batu Gamping di Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Pasalnya, antara pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan masyarakat pemilik lahan Lingko Lolok belum mencapai kesepakatan terhadap adanya pertambangan.

Di satu pihak, pemerintah menginginkan adanya pertambangan dengan alasan kemajuan pembangunan daerah Manggarai Timur ke arah yang lebih baik. Adanya tambang memungkinkan terwujudnya kemajuan pembangunan infrastruktur daerah dan peningkatan pemasukan pendapat daerah yang berujung pada tercapainya kesejahteraan bersama. Di pihak lain, masyarakat pemilik lahan menolak adanya pertambangan dengan alasan kepedulian terhadap keseimbangan alam dan kepentingan generasi selanjutnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan daerah Kabupaten Manggarai Timur hingga saat ini masih terbelakang. Hal ini dapat dilihat dalam realitas kemiskinan dan ketimpangan dalam pelayanan pemerintahan daerah yang masih terjadi hingga saat ini. Daerah-daerah yang berada jauh dari pusat pemerintahan belum sepenuhnya merasakan pelayanan pemerintah, khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur.

Hingga kini, terdapat beberapa ruas jalan menuju daerah perbatasan yang kurang diperhatikan. Bahkan, beberapa ruas jalan menuju daerah tertentu belum disentuh pembangunan. Hal ini membawa dampak buruk seperti kemacetan lalu lintas ekonomi masyarakat di mana masyarakat sulit menjual hasil pertanian ke kota. Jika ditelusuri lebih jauh, permasalahan ini menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kemiskinan.

Kenyataan ini menunjukkan situasi belum terwujudnya cita-cita awal pemekaran daerah. Pemekaran yang terjadi pada tahun 2007 yang lalu rupanya belum mewujudkan kepenuhan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dan pembangunan infrastruktur menuju daerah-daerah perbatasan. Sebagaimana diketahui bersama bahwa salah satu alasan pemekaran Kabupaten Manggarai pada tahun 2007 adalah pelayanan yang tidak merata di seluruh daerah.

Pertanyaannya adalah apakah dengan kehadiran tambang di daerah Kabupaten Manggarai Timur dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menunjang pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke daerah-daerah perbatasan? Apakah perizinan tambang dapat mengurangi presentase tingkat kemiskinan di daerah ini?

Baca Juga Tahun 2020 Momentum Panen Ijon Politik Tambang

Harus diakui bahwa pertambangan merupakan salah satu hal yang dibutuhkan setiap daerah guna meningkatkan pendapatan daerah. Peningkatan pendapatan daerah tentunya membawa angin segar bagi penyusunan rencana pembangunan daerah. Semakin besar pendapatan suatu daerah, semakin besar pula kemungkinan pemerataan pembangunan dan kemungkinan mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Selain itu, adanya pertambangan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Proses pertambangan membutuhkan pekerja dalam jumlah yang cukup banyak demi keberlangsungan proses tambang itu sendiri. Berkaitan dengan hal ini, permasalahan tingkat pengangguran bisa diatasi di mana masyarakat sekitar daerah pertambangan mendapatkan peluang yang cukup besar mendapatkan lapangan pekerjaan.

Namun, pertambangan bukannya tidak memiliki dampak negatif. Meskipun pertambangan membawa beberapa dampak positif, pertambangan juga membawa dampak negative, khususnya bagi keberlangsungan hidup manusia. Pertambangan membawa beberapa dampak yang mengancam kehidupan manusia dan keseimbangan alam. Lebih jauh lagi, pertambangan membawa pengaruh bagi kehidupan generasi yang akan datang.

Dampak-dampak negatif dari pertambangan antara lain polusi udara, degradasi lahan, pencemaran air oleh mineral berat, dan polusi suara. Secara umum, dapat dikatakan bahwa pertambangan membawa pengaruh terhadap keseimbangan alam, di mana alam tidak dapat lagi menyediakan hal-hal yang menunjang eksistensi manusia. Hal itu antara lain udara yang bersih, mata air, dan air yang bersih.

Perizinan tambang di Kabupaten Manggarai Timur tentunya juga membawa dua pengaruh ini. Akan tetapi, dari pengaruh-pengaruh yang ada, apakah pertambangan itu perlu guna menunjang kesejahteraan masyarakat? Bagaimana masyarakat dapat sejahtera jika kehadiran tambang menyengsarakan dan mengganggu sistem kehidupan masyarakat itu sendiri (sebagai salah satu alasan masyarakat menolak adanya tambang)?

Kabupaten Manggarai Timur sejatinya merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Letak topografi daerah ini memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tanaman pertanian seperti kopi, cengkeh, vanilli, kemiri, kakao, dan lain sebagainya. Selain itu, daerah ini juga merupakan salah satu daerah yang dapat memberikan penghasilan dari berbagai jenis sayuran.

Baca Juga Aliansi Predatoris Tambang dan Politik Berdalih Kesejahteraan Rakyat

Beragam jenis hasil bumi ini tentunya tidak terlepas dari iklim yang ada di daerah ini. Secara umum, daerah ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi dan kesuburan tanah yang cukup merata di setiap wilayah. Hal inilah yang menyebabkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman pertanian. Selain itu, daerah ini juga memiliki beberapa potensi seperti tempat-tempat pariwisata dan hasil laut.

Menoleh pada realitas hasil potensi alam yang ada di daerah ini, kehadiran tambang rupanya bukan suatu hal yang mengikhtiarkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah. Kehadiran tambang tidak terlalu dibutuhkan jika disandingkan dengan hasil bumi yang cukup melimpah. Bahkan, kehadiran tambang yang ada di daerah ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat karena dinilai menganggu stabilitas alam yang dapat mengancam kehidupan masyarakat (sebagaimana yang terjadi di Lingko Lolok).

Menyikapi hal ini, Pemerintah Daerah Manggarai Timur seharusnya memerhatikan berbagai kemungkinan yang terjadi akibat tambang, khususnya kajian terhadap dampak negatif. Jika adanya pertambangan telah membuat kemapanan masyarakat terganggu, bagaimana mungkin kesejahteraan dapat tercapai?

Berkaitan dengan hal ini, sekurang-kurangnya ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Manggarai Timur tanpa adanya permasalahan yang ditimbulkan. Hal itu antara lain pembangunan infrastruktur, peningkatan penanganan sektor pariwisata, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pertama, pembangunan infrastruktur. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa masyarakat memiliki hasil tani yang cukup melimpah (khususnya masyarakat di daerah perbatasan yang berada jauh dari daerah pemerintahan). Namun, untuk mengubah hasil pertanian menjadi uang, masyarakat mengalami kesulitan. Kesulitan itu di antaranya adalah keadaan infrastruktur yang tidak mendukung proses mobilisasi hasil petanian dari kota ke desa.

Untuk memperlancar proses ini, maka dibutuhkan pembangunan infrastruktur menuju daerah-daerah, khususnya daerah perbatasan. Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, khususnya jalan raya dan jembatan, proses mobilisasi ekonomi masyarakat dari desa ke kota dapat berjalan dengan lancar. Hal ini tentunya menjadi salah satu tiket terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga Tambang di NTT dan Dunia Persilatan Antarfundamentalisme?

Kedua, peningkatan penanganan sektor pariwisata. Tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Ada beberapa tempat yang menjadi rujukan seperti Danau Rana Mese, Pantai Cepi Watu, dan lain sebagainya. Galus Ganggus dalam tugasnya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pernah mengatakan bahwa Kabupaten Manggarai Timur memiliki sebanyak 111 objek wisata (Kompas. Com 28/11/2015).

Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai Timur memiliki potensi dalam sektor pariwisata yang dapat menunjang pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah menangani potensi ini dengan membangun atau mengolahnya lebih baik agar menarik minat para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.

Ketiga, pembangunan sumber daya manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan sumber daya manusia di Kabupaten Manggarai Timur masih jauh dari kata memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari minimnya kapasitas masyarakat untuk memberdayakan hasil pertanian menjadi barang jadi dan siap digunakan masyarakat umum.

Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi suatu hal yang mutlak penting. Salah satu contoh adalah adanya kursus menjahit. Dengan adanya kursus menjahit, pemerintah menanamkan pengetahuan bagi masyarakat untuk bisa menjahit yang pada akhirnya mereka dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional. Selain itu, hal ini juga adalah salah satu cara membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan lebih lanjut lagi berpengaruh terhadap menurunnya angka pengangguran di daerah ini.

Penekanan pembangunan terhadap ketiga sektor ini sekurang-kurangnya dapat menunjang pembangunan Kabupaten Manggarai Timur ke arah yang lebih baik. Penanganan terhadap ketiganya dapat menunjang peningkatan pendapatan daerah, penanggulangan masalah kemiskinan, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, permasalahannya adalah pertambangan itu sendiri dapat mempengaruhi pemasukan daerah. Bagaimana mungkin penekanan terhadap pembangunan ketiga sektor ini (infrastruktur, pembenahan pada sektor pariwisata, dan pembangunan SDM) jika tambang itu sendiri ditolak?

Baca Juga Tenaga “Pakai Buang” di Tambang Manggarai Timur

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap daerah memperoleh dana APBD setiap tahun. Penggunaan atas dana inilah yang dapat menjadi jawaban atas pertanyaan di atas. Hal yang perlu dilakukan adalah mekanisme penyusunan pengeluaran dana yang jelas dan prinsip kegunaan dana yang bernilai ekonomis, khususnya dalam hal mewujudkan kesejahteraan bersama. Realisasi dari kedua hal ini adalah pembangunan dalam bidang infrastruktur, pembenahan sektor pariwisata, dan pembangunan SDM.

Peningkatan kesejahteraan dari penanganan dan pembangunan terhadap ketiga aspek ini menyiratkan bahwa pertambangan bukanlah suatu keputusan atau perizinan yang tepat, khususnya dalam konteks Kabupaten Manggarai Timur. Letak topografi dan potensi-potensi pariwisata yang melimpah di daerah ini merupakan tiket yang dapat menunjang kesejahteraan bersama.

Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah adalah memperhatikan potensi-potensi yang ada di daerah ini. Lebih jauh, pembangunan infrastruktur menuju desa-desa, pembangunan sumber daya manusia, dan pembenahan terhadap tempat-tempat pariwisata merupakan cara tepat guna menunjang terwujudnya Kabupaten Manggarai Timur yang adil, sejahtera, dan makmur.

Salah satu persoalan yang menerpa Kabupaten Manggarai Timur hingga saat ini adalah pertambangan Batu Gamping di Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Pasalnya, antara pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan masyarakat pemilik lahan Lingko Lolok belum mencapai kesepakatan terhadap adanya pertambangan.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Artikel Serupa

Manusia Soliter dan Religius

Manusia yang Soliter dan yang Religius

Gambaran manusia sebagai makhluk yang soliter dan yang religius saya jadikan sebagai ide dasar untuk memahami subjektivitas dan posisi eksistensial manusia abad 21 yang dilanda pandemi covid-19. Ide dasar ini berangkat dari pembacaan saya atas puisi “Aku” dan “Doa” karya Chairil Anwar.

Baca Selengkapnya »
Kapasitas Kewargaan

Demokrasi dan Penguatan Kapasitas Kewargaan

Kita perlu memasifkan solidaritas antarwarga menjadi satu alat perlawanan yang mampu melawan dominasi elite korup dan mendorong pelibatan warga dalam arena pembangunan. Di sini, hemat Penulis, kita juga perlu membangun jaringan yang lebih kuat, membentuk pola kesadaran warga dan konsep perjuangan bersama. Tanpa penguatan kapasitas kewargaan, yang lahir justru demokrasi yang rentan dibajak oleh kepentingan kelas elite yang korup.

Baca Selengkapnya »