Cristiano Ronaldo

Kisah Cristiano Ronaldo (CR7) dan Tradisi Pulang Rumah

Momen kepulangan Cristiano Ronaldo (CR7) ke Manchester United menjadi salah satu bahan refleksi yang  sangat bermanfaat. Dari peristiwa ini, dapat terpelajari bahwa ke manapun kita berjalan atau merantau, kita semua selalu akan punya kerinduan untuk kembali ke rumah.

Setiap kita tentu tidak asing ketika mendengar nama CR7 “Cristiano Ronaldo”. Cristiano  Ronaldo adalah salah satu pemain tersohor abad ini. Walaupun usianya sudah kepala tiga (36 tahun), skill dan kemampuannya dalam mencetak gol tidak pernah menurun. Bahkan, dia masih dapat bersaing dengan pemain-pemain muda. Sebut saja Mbappe, Halland, dan Neymar.  Profesionalitas dalam bermain bola sungguh sangat besar, baik di level klub maupun di level  tim nasional. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dia memenangkan banyak gelar, baik bersama klub, Tim Nasional (Timnas), maupun gelar individu.

Pria bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro ini  memulai karir sepak bolanya dari klub Sporting Lisboa-Protugal. Cristiano pernah bermain untuk Sporting  Lisboa pada 2001—2003 dengan nomor punggung 28. [1] Kemudian, pada tahun 2003,  dia pindah ke klub Manchester United. Semasa di Manchester United, kurang lebih selama tujuh (7) tahun,  dia bertransformasi menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Para penggemar sepak bola mulai mengenalnya.  Fansnya juga bertambah banyak. Klub Manchester United menjadi rumah yang  membesarkan namanya.

Baca Juga Seorang Bocah dan Sebuah Bola: Obituari Diego Maradona yang Meninggal pada 25 November

Kemudian, pada 1 Juli 2009, ia pindah ke Real Madrid dengan memecahkan rekor  transfer sebesar 80 Juta Poundsterling atau sekitar Rp1,3 Triliun, yang  menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola kala itu. [2] Lalu, pada 11 Juli 2018, Ronaldo pindah ke klub Italia, Juventus, dengan nilai transfer sebesar 112 Juta Euro (99,2 Poundsterling)  atau setara dengan Rp1,88 Triliun. [3] Pada Jumat, 27 Agustus 2021 15:51 UTC, Manchester United  mengonfirmasikan kepindahan Ronaldo dengan nilai transfer 25 Juta Euro atau setara dengan Rp422 Miliar. Kepindahan Ronaldo ke Manchester United merupakan kejutan besar dalam sepak  bola. Pasalnya, sebelum resmi pindah ke Manchester United, ia dikabarkan merapat ke Manchester City. Akan tetapi, saat menjelang akhir, Manchester City melepas Ronaldo. [4]

Rumah

Dalam kajian tentang apa itu rumah, Penulis  mendefinisikannya ke dalam dua konteks, yakni rumah sebagai rumah dan rumah sebagai klub sepak  bola. Alasan Penulis mengartikan rumah dalam dua konteks supaya tidak terjadi salah tafsir. Sebab, rumah yang  dimaksud Penulis adalah klub sepak bola, yang kemudian diterjemahkan atau dimaknai dalam arti rumah sebagai rumah.

Rumah sebagai rumah memiliki dua pengertian. [5] Pertama,  secara fisik, rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian, bekerja, tempat tidur dan beristirahat untuk memulihkan kondisi fisik dan mental yang letih usai melaksanakan tugas sehari-hari. Kedua, secara psikologis, rumah berarti tempat tinggal yang tenteram, damai, dan menyenangkan bagi penghuninya. Rumah dalam pengertian psikologis lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.

Sementara itu, rumah dalam pengertian klub sepak bola tidak berbeda jauh dari arti rumah sebagai rumah, baik ditinjau dari nilai fisik maupun nilai psikologis. Sebab, setiap pemain  bola tentu membutuhkan klub sepak bola yang mampu memberikan kenyamanan secara fisik dan  psikis. Hemat Penulis, konteks klub sepak bola sebagai rumah bergantung pada berapa lama dia membela klub sepak bola tersebut dan seberapa jauh catatan perjalanan karirnya.

CR7 dan Tradisi Pulang Rumah

Perjalanan karir sepak bola CR7 sungguh luar biasa.  Dia memulainya dari kampung halamannya Portugal, kemudian ke Inggris, Spanyol, dan Italia, lalu kembali ke Inggris. Rata-rata untuk setiap klub yang dibelanya, ia selalu memberikan banyak gelar.  Tentu ini menjadi hal luar biasa yang dilakukan oleh seorang pemain sepak bola. Berdasarkan fakta  ini, CR7 dapat disebut sebagai Homo Viator, manusia peziarah, dalam dunia sepak bola.

Peristiwa kepulangannya ke klub Manchester United  menjadi salah satu kisah terheboh dalam sejarah dunia sepak bola. Bayangkan saja, CR7 pergi meninggalkan klub Manchester United selama kurang lebih 18 tahun untuk kemudian pulang kembali ke sana di Old Trafford. Tidak mengherankan jika banyak Fans Manchester United  dan laman resmi instagram Manchester United memberi ucapan “back to home”.

Ungakapan back to home mengisyaratkan sebuah sambutan penuh kehangatan,  kerinduan, dan cinta yang mendalam. Ia juga mengambarkan sebuah rumah (klub sepak bola) yang selalu terbuka. Sebab, tidak terpungkiri bahwa klub Manchseter United dan CR7 memilki hubungan yang harmonis. Klub Manchester menjadi rumah CR7, tempat dia mendapatkan gelar pemain terbaik dunia dan gelar Liga Champions yang pertama serta gelar-gelar lainnya.

Baca Juga Obituari Pesulap Penangkap “Woo-woo” James Randi

Momen kepulangan CR7 ke Manchester United menjadi salah satu bahan refleksi yang  sangat bermanfaat. Dari peristiwa ini, dapat terpelajari bahwa ke manapun kita berjalan atau merantau, kita semua selalu akan punya kerinduan untuk kembali ke rumah. Rumah tempat kita dibesarkan dan tempat awal mula kita mengukir sejarah kehidupan. Pada pertimbangan lain,  setiap pribadi tidak dapat terpisah dari rumah sebagai bagian utuh dari diri manusia atau dalam bahasa Emanuel Levinas menyebutnya sebagai Yang Lain. Yang Lain adalah bagian dari diriku. Rumah bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga soal bangunan psikologis. Oleh karena itu, dapat dibaca alasan mengapa banyak orang rindu pulang ke rumah dan mengapa pula tidak rindu untuk kembali ke sana. Kita dapat belajar dari klub sepak bola Manchester United yang telah mendirikan rumah, baik secara fisik maupun secara psikologis. Tentu karena alasan itulah, CR7  memilih untuk bergabung kembali dengan Manchster United.

Akhirnya, saya menutup refleksi singkat ini dengan mengutip sebuah puisi karya Kurniawan Gunadi, yang lebih sering disapa Masgun, berjudul “Rumah dan Sebuah Kata Pulang.”

Rumah dan Sebuah Kata Pulang

Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa kita punya tempat bermula.           

Suatu tempat yang lama kita huni.

Suatu tempat yang bernama rumah.

Dan sudah sejauh ini kita meninggalkannya.

Rumah menjadi suatu yang paling sering kita tinggal pergi, tetapi selalu berhasil membuat kita merasa ingin pulang.

Sejauh apapun perjalanan yang kita lakukan, setinggi apapun langit yang kita capai, kita     akan kembali.

Seperti sebuah roda yang berputar, di mana sebuah titik berawal di sanalah dia akan kembali.

Perjalanan ini mengajarkan kita bahwa kita tidak bisa selamanya tinggal di luar.

Ada hal yang memberikita rasa nyaman dan terlindungi.

Kita bisa tidur nyenyak tanpa rasa takut ada yang akan mencuri hati kita. Karena di sanalah kunci rumah itu berada.

Pada akhirnya, kita akan berpulang ke tempat kita bermula.

Kembali kepada (si)apapun yang kita sebut sebagai rumah.

Di mana lelah kita berakhir dan kita membangun cinta.

Rumah, 12 Sptember 2014

@Kurniawangunadi


Catatan Kaki

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Cristiano_Ronaldo, diakses pada 1 September 2021.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

[5] https://bangunkanrumah.blogspot.com/2015/08/pengertian-rumah.html, diakses pada 2 September 2021.

Momen kepulangan Cristiano Ronaldo (CR7) ke Manchester United menjadi salah satu bahan refleksi yang sangat bermanfaat. Dari peristiwa ini, dapat terpelajari bahwa ke manapun kita berjalan atau merantau, kita semua selalu akan punya kerinduan untuk kembali ke rumah.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Artikel Serupa

Murka Mural

Waspada Murka Mural!

Mural sebagai seni kritik sosio-politik akan kehilangan daya gigitnya apabila dibungkam secara represif dengan kebijakan-kebijakan diskriminatif. Moga-moga mural politik tidak murka. Sebab, kalau ia murka, ia juga tidak mengenal batas-batas ruang publik. Waspada murka mural!

Baca Selengkapnya »